Translate

Thursday, February 11, 2016

Kapokmu kapan!

Pas pertama kali saya ngeliat ini di timeline instagram saya, yang pertama terlintas di pikiran saya adalah: "HAHAHAH MODYAR KOWE HATER! KAPOKMU KAPAN!!!"

Terus dengan riang gembira saya share berita ini kemana-mana. Biar semua orang tau. Terutama orang-orang yang suka nge-troll di media sosial, ataupun yang baru niat mau bikin akun palsu buat maki-maki di media sosial.

Saya dari dulu termasuk yang belum paham sama trend hater ini. Maksude iya lah saya tahu rasanya benci sama seseorang. Saya juga nggak suka sama banyak manusia kok. Saya lebih seneng gaul sama kucing soalnya. Saya juga tau rasanya nggak suka sama artis tertentu. Tapi ya nggak terus saya maki-maki dia keleessss! Anjing aja kalau nggak ngerasa digangguin nggak bakal nggonggongin orang, ya kan?

Ada juga yang bilang, hater-hater yang mulutnya tajam suka maki-maki orang si sosial media itu biasanya pelampiasan karena kehidupan nyatanya yang berantakan. Karena nggak bahagia. Karena kalainan anu anu. Ya saya juga tuh nggak selalu hepi. Tapi saat nggak hepi saya juga nggak kemudian maki-maki orang lain yang nggak ada hubungannya dengan ketidak hepian saya. Nggak ada alasan yang bikin maki-maki orang itu bener loh. Kecuali kamu malaikat. Atau kamu mau didatengin malaikan?

Wednesday, February 3, 2016

Intel dan Superhero

sumber: www.funnyjunk.com
Intel itu ya, konon katanya: Berani tidak dikenal, mati tidak dicari, berhasil tidak dipuji, dan gagal dicaci maki.

Dan bukan, saya bukan lagi ngomongin Indomie Telur di burjo Babarsari yang enaknya bikin orgasm itu.

Disini, saya melihat ada kesamaan antara intel dengan Superhero. Mereka sama-sama harus menyembunyikan identitasnya. Kenapa? Ya biar nggak membahayakan orang-orang terdekatnya dong. Bayangkan kalau semua orang tahu bahwa suami saya itu adalah Zoro. Nanti musuh-musuh suami saya bakalan menculik saya untuk menekan suami saya. Mereka akan mengancam: "isterimu yang cantik jelita sudah di tangan kami. Tolong jangan kaw gagalkan rencana jahanan kami kalau kaw mau istrerimu ini kembali dalam keadaan utuh tanpa ada jari yang pothol!"

Pensiunlah suami saya jadi Zoro. Mending jadi montir aja di Astra Honda Motor.

Selain masalah keamanan isterinya yang cantik jelita, dengan mengungkapkan identitasnya, suami saya juga akan menghadapi hambatan berupa fans. Wanita mana yang nggak termehek-mehek dengan superhero? Semua wanita suka superhero seperti halnya semua wanita suka indomie dan mecin.

Ngomong-ngomong saya habis upload resep olahan Indomie super enak di sini.

Sunday, January 31, 2016

Surat Dari Praha

Saya jarang membahas film, karena saya memang nggak merasa mampu bikin review film. Tapi kali ini saya bukan mau me-review film. Saya nggak akan mengomentari soal akting, sinematografi, alur, dan lain sebagainya.

Beberapa hari yang lalu, saya dan suami nonton Mata Najwa. Segmen yang kami tonton saat itu membahas tentang mahasiswa-mahasiswa Indonesia jaman dahulu, yang dikirim Soekarno ke luar negri untuk belajar, namun tidak bisa pulang karena situasi politik di Indonesia pada saat itu.

Ngomong-ngomong soal orde baru, generasi saya mungkin adalah generasi yang paling akhir "ngeh" soal kekejaman Soeharto. Generasi adek saya bukan tidak tau sejarahnya loh ya, tapi kalau saya melihat sih (dari adek saya dan teman-teman sebayanya), mereka tahu tapi cuek.

Saat tragedi pemerkosaan dan pembantaian masal 1998, saya sudah SMP. Usia itu boleh dibilang masih kecil sih, tapi di usia itu saya dan (saya rasa) teman-teman sebaya saya yang lain juga sudah mengerti apa yang terjadi. Mereka pasti tahu apa yang menimpa saudara-saudara kita yang beretnis cina. Dan kalau tau nggak mungkin kan mereka nggak mencari tahu apa penyebabnya? Bagaimana kejadiannya? Awal mulanya? Dan lain-lainnya.

Saturday, January 30, 2016

Kepo To The Max

sumber gambar: hot.detik.com
Saya punya kebiasaan yang lumayan mengganggu. Mengganggu buat orang lain dan nggak dipungkiri kadang mengganggu juga buat saya sendiri. Yaitu kebiasaan untuk harus tau segalanya. Saya sebenarnya nggak begitu "ngeh" sama kebiasaan saya yang satu ini, karena udah kayak natural aja ya saya melakukannya. Saya baru ngeh ketika salah seorang teman baik saya mengatai saya "selo". Selo karena saya bisa tahu suatu gosip sampai detail, dan karena saya kalau baca suatu artikel atau status media sosial selalu sampai ke komen-komennya.

Saya juga nggak tau tingkah laku selo saya ini awalnya gimana. Tapi ngganjel nggak sih ketika kamu tahu sesuatu, tapi cuma sedikit? Memangnya nggak penasaran ya? Terus kalau tahu cuma di permukaan saja, bukankah malah akan besar kemungkinan timbulnya praduga yang tak diinginkan, fitnah, dan sebangsanya? Dan kalau kamu seorang blogger, menurut saya kebiasaan untuk mencari tahu sesuatu sampai detail itu pengaruhnya akan bagus sekali untuk kualitas tulisan-tulisan kamu.

Contohnya waktu saya dengar kalau Fedi Nuril nikah. Jujur aja sih, saya suka cowok gantheng. Dan Fedi Nuril itu gantheng. Jadi saya suka Fedi Nuril. Tapi nggak spesial juga, karena cowok gantheng di dunia bukan cuma Fedi Nuril. Intinya ya saya suka dia tapi nggak lebay. Pun saya sebenernya suka banyak hal, tapi nggak ada yang lebai.

Ketika saya mendengar berita Fedi Nuril nikah, saya lumayan tertarik dengan berita tersebut. Kenapa? Ya karena gantheng! Gimana sih? Udah dijelasin juga..

Friday, January 29, 2016

Tenda Sunatanku

Ngomong-ngomong, saya kangen sekali nulis di blog pribadi kayak begini. Maksudnya blog sebelah (www.racunwarnawarni.com) juga blog pribadi saya sih. Cuma blog sebelah itu sudah terlalu ramai, dan yang jelas sudah dikomersilkan. Terlalu banyak pencitraan (dan juga haters) di sana. Jadi udah yang kayak kewajiban aja kalau saya menyambangi blog tersebut.

Dan setelah sekian lama saya buka lagi blog yang ini, rasanya agak kayak pulang ke rumah...

Mungkin saya harus mulai meluangkan waktu lagi untuk nulis-nulis di sini yah? Meskipun sedikit dan nggak jelas yang penting blog ini nggak mati suri. Biar hati saya nggak panas kayak blog sebelah. Biar pikiran saya adem kayak tenda sunatan.

Tuesday, May 5, 2015

Gosok! Gosok! Sip!

Sedang lelah dengan blog pencitraan, jadi saya kembali di sini. Ternyata blog ini sepinya khan maend! Blah!

Kali ini saya mau ngomongin gosip. Bukan, bukannya mau nggosipin orang. Saya lagi nggak ada bahan nih buat nggosipin orang. Tapi saya mau tanya, adakah diantara kalean yang pernah ataupun sedang diterpa gosip tak sedap?

Saya...sering. Hahahaa... Diantara gosip yang beredar, ada yang memang fakta, ada yang hasil mengarang bebas masyarakat. Tapi yang mana yang fakta dan yang mana yang gosip, saya pun nggak pernah konfirmasi. Saya nikmati aja selayaknya saya ini Agnez Mo. Huahaha... Bahkan ada beberapa gosip yang sangking lucunya, sampai digosok atau di tambah-tambahi dengan tidak logis oleh....saya sendiri :D.

Cerita-cerita aja yuh, gosip yang paling membekas di saya apa aja.


Monday, March 23, 2015

Baju Couple, Yay or Nay?


Kalau saya mah YAY!

Oke artikel selesai.

Buahahahhaaa....ya enggak dooong. Nggak cuma sampai kepada jawaban saya aja. Tapi saya mau cerita-cerita juga kenapa saya jawab yay!

Kalau lagi nongkrong sama temen saya yang masuk golongan jomblo menahun gitu tuh, terus lihat orang pacaran pakai baju couple, pasti langsung deh, itu mulut yaaaa, pada nyinyir! Kalah deh buibu arisan! Pokoknya itu pasangan berbaju couple akan dihujat habis dari A sampai Z. Dari abege labil sampe norak. Dari sok romantis sampai kayak panitia pekan olahraga. Pokoknya habis deh dikuliti dan dijadikan bahan perbincangan yang sebenernya dosa mah. Padahal yaaa, se-norak-noraknya itu pasangan, seenggaknya diana nggak kaya elu yang nggak punya pasangan. #kemudiankicep :D.

Saya sendiri termasuk yang demen banget sama baju couple. Mulai dari batik sarimbitan sampai baju kaos yang lucu-lucu. Sukak deh rasanya pakai baju kembaran sama suami. Rasanya tuh kompak gitu loh. Ya misalkan ada yang bilang norak, paling enggak kan kami noraknya kompakan. Kalau situ mau kompakan sama siapa? Sama tiang jemuraaaannn? bahahahaaa...

Jaman saya masih di Jogja, saya suka-suka aja hunting jalan kemana untuk cari-cari baju couple. Tapi setelah saya di Jakarta. Hmm...kok males banget yaaa? Macet lah, panas lah, udah gitu kayaknya waku tersita buat kerja kan. Kalaupun pas ada waktu luang, mendingan saya habiskan buat pacaran sama suami, pake baju couple. Bhihihik!

Hmm...sebenernya pakai baju couple mah nggak selalu harus sama pacar/suami. Kamu bisa kok ajakin sahabatmu untuk pakai baju kembaran. Atau saudara kamu. Tetep bisa kompak-kompakan walau kalau malam minggu datang tetep aja mojoknya sama tiang jemuran :D.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...