Translate

Thursday, February 16, 2012

kisah Nenek Tua yang ditelantarkan keluarganya

Foto nenek-nenek
gambar diambil dari http://www.rizqifahma.com/


"Den, kula nyuwun wedang panas, nggih. Niku wau sing nyapu kula".


Di daerah tempat tinggal Upik, ada seorang nenek tua yang tinggal bersama menantu perempuannya. Anak laki-lakinya pergi ke luar pulau untuk bekerja, istri dan ibunya di tinggal di Solo. Si anak cuma pulang beberapa bulan sekali. Jadi sehari-hari, sang ibu yang sudah tua renta itu hanya tinggal bersama menantunya.

Sayangnya, menantunya ternyata tidak peduli pada Nenek itu. Nggak dikasari atau apa sih, tapi Nenek itu nggak diurus sama sekali. Jadi nenek itu sering ke rumah tetangganya untuk sekedar meminta makanan atau minuman panas. Bahkan untuk sekedar buang air dan mandi, si Nenek harus berjalan ke Toilet umum desa. Padahal sebenernya di rumah itu ada toiletnya juga.

Yang lebih mengharukan, terkadang sebelum meminta sesuatu, si Nenek akan melakukan pekerjaan terlebih dahulu. Seperti menyapu halaman rumah atau mencabuti rumput liar di halaman rumah tetangga. Lalu dia mengetuk pintu tuan rumah dan meminta, "Den, kula nyuwun wedang panas, nggih. Niku wau sing nyapu kula". Yang artinya: "Tuan/Nyonya, saya minta minuman panas, ya. Itu tadi yang menyapu saya".

Menyedihkan ya?

Bagaimana bisa ada seseorang yang setega itu pada orang tuanya? Padahal orang tua sudah melahirkan dan membesarkan kita. Sekuat tenaga memelihara dan memberikan kita kasih sayang. Masa iya tuanya ditelantarkan begitu. Manusia jaman sekarang itu nggak tau terima kasih sekali ya?

Bayangkan bila suatu saat kita sudah tua, kesepian, dan ditelantarkan. bagaimana perasaan kita?

6 comments:

  1. baca ceritamu ini aku jadi inget rum, sama tetangga satu komplek tp beda RT. jadi ceritanya si ibu ini abis menjanda ditinggal suami meninggal ngasih rumah yg mereka tempatin itu buat warisan anak cowoknya, nah anaknya ini punya istri. istrinya ya gitu, ga mau ngurusin mertuanya. jd si ibu ini sakit keras, sampe meninggal di tempat tidur gak ada yg tau :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah, ternyata banyak ya cerita sedih semacam ini :(. Terbuat dari apa ya hati mereka? Berharap aku dan orang-orang terdekatku ngak akan pernah terjebak dalam cerita serupa, baik sebagai pelaku maupun korban :((

      Delete
  2. jadi inget mbah putri :((((
    tinggal sendirian di rumah yang gede.. :(
    gada yang njagain 24jam.
    mbah kakung udah meninggal dalam tidurnya, dan baru ketahuan ba'da ashar.. *curhat*
    mau tinggal sama mbah, tapi jauh pisan. dilema.

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang mbah putri tinggal dimana, pon?
      Diajak ke Solo aja...

      Delete
  3. aduh, kok aku mau nangis ya bacanya?
    aku ga tega kalau baca atau nonton kisah tentang orang tua begini :( tega niah manusai jaman sekarang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hooh sama, nggak tega. Itu menantu durhaka banget deh --".
      Aku juga pas diceritain sama Upik hampir2 nangis2 gitu...

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...